Waspadai Kurma Berboraks (Borax)

670px-Get-Rid-of-Roaches-with-Borax-Step-4

Kurma sendiri sebenarnya termasuk buah yang tahan lama. Jika kita benar dalam pengemasan dan penyimpanan, kurma bisa bertahan hingga 2 tahun. Tetapi jika kita keliru dalam memperlakukannya, maka dalam hitungan bulan saja kurma sudah tak layak konsumsi. Meskipun demikian ada saja “oknum” yang coba memanfaatkan kurma-kurma tak layak konsumsi ini.

Namanya juga kurma tak layak konsumsi, sudah pasti kurma itu cenderung busuk, warnanya sudah berubah dan sudah mengeluarkan aroma tak sedap. Dan karena sudah hampir busuk itulah maka antara satu kurma dengan kurma yang lain saling menggumpal dan lengket.

Yah..namanya juga “pedagang nakal”, meskipun kurma hampir busuk, segala cara mereka upayakan untuk “menyulap” kurma yang tak layak konsumsi ini menjadi kurma yang tampak “cantik dan menarik” untuk disantap.

Caranya sih ternyata sangat mudah. Hanya dengan mencampurkan boraks dan minyak kelapa, kurma-kurma yang nyaris busuk itu bisa “dipermak” menjadi kurma yang menarik minat untuk menyantapnya. Minyak kelapa disini berfungsi untuk memisahkan buah kurma agar tidak saling lengket satu sama lain.

Begitulah apa yang diberitakan tim REPORTASE INVESTIGASI di salah satu stasiun TV swasta. Mengerikan memang!

Disaat umat muslim ingin mendapatkan berkah, manfaat dan pahala dari sunnah berbuka puasa dengan kurma, ternyata mereka diracuni dengan borax. Lantas hukuman apa bagi mereka yang berbuat semberono seperti itu? Tentunya dosa sudah pasti, dan sepertinya berlipat ganda karena mendzolimi orang beribadah, Benar?

Borax adalah sejenis pengawet yang bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal. Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu, dan keramik.

Jika boraks termakan dalam kadar tertentu, dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan, diantaranya:
a. gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit;
b. gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat;
c. terjadinya komplikasi pada otak dan hati; dan
d. menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3–6 gram.

Adapun reaksi langsung yang kita terima ketika menyantap kurma berboraks ini adalah sakit perut atau diare. Selain itu juga kadang-kadang menyebabkan badan berasa tidak enak, mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, perdarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, badan lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala.

Sangat berbahaya!

Membaca efek dari mengkonsumsi kurma berboraks sangat menyedihkan hati ini, bagaimana jika keluarga saya sendiri yang akan mengkonsumsinya? Benar-benar tega sekali para pedagang nakal itu, hanya demi keuntungan duniawi, mereka menjual akhiratnya. Selain merugikan para konsumen, tentu dampaknya juga terkena kepada para pedagang yang masih jujur.

Mari kita menjadi konsumen yang cerdas.

Secara kasat mata, hampir tidak bisa dibedakan antara kurma berboraks dan tidak. Pertama kali yang bisa kita lakukan adalah memeriksa tanggal kadaluarsa pada kemasan kurma. Lalu kita patut curiga jika pada biji kurma terdapat serbuk-serbuk putih, bisa jadi itu adalah serbuk boraks! Selain itu juga rasanya tidak manis atau bahkan cenderung pahit. Dari segi harga juga jauh dibandingkan harga jual di kios-kios kurma pada umumnya. Kurma yang telah diberi boraks harganya lebih murah.

Mudah-mudahan dengan ini kita bisa menghindari kurma berboraks yang beredar. Kami https://grosirkurma.co.id/ akan selalu amanah berusaha menjualkan kurma hanya dengan kualitas terbaik. In syaa Allaah.

Sumber berita:
kesehatan.kompasiana.com
www.blogduit.net

Share kami di

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *